Training 5S

Anda Mencari Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Parepare Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Parepare Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Parepare

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Parepare

Jasa Penyusunan Dokumen ISO dan K3 di Sulawesi Tengah

Jasa Penyusunan Dokumen ISO dan K3 di Sulawesi Tengah | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Penyusunan Dokumen ISO dan K3 di Sulawesi Tengah

Saco-Indonesia.com - Orang kebanyakan bahkan seluruh dunia menyatakan perang terhadap rokok, tidak demikian dengan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Saco-Indonesia.com - Orang kebanyakan bahkan seluruh dunia menyatakan perang terhadap rokok, tidak demikian dengan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Tidak seperti saat melarang pembagian kondom, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) justru tidak mendukung kampanye Kemenkes untuk menekan angka perokok di Indonesia.

Berbagai pembenaran dan alasan dikemukakan oleh PBNU. Menurut, staf dewan halal PBNU, Kiai Arwani Faisal, semua kiai NU pun telah sepakat untuk memperbolehkan pengikutnya menghisap rokok.

Bahkan, pihaknya menegaskan tidak akan mengharamkan rokok hingga kiamat. "Rokok itu mubah, sampai kiamat ulama NU ga akan mengharamkan rokok. Untuk penderita jantung rokok haram. Tapi kalau rokok bikin semangat enggak haram lagi," kata dia sambil tertawa saat membawakan materi di diskusi publik 'Kampanye kondom, anti rokok: Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

Berikut empat alasan PBNU tak mau haramkan rokok hingga kiamat seperti dirangkum

1. Rokok tidak bahaya

Staf dewan halal PBNU, Kiai Arwani Faisal mengatakan penetapan rokok tidak berbahaya sudah diperhitungkan masak-masak ketika muktamar NU. Bahkan ada dalil agama yang membenarkan kalau rokok ini tidak terlalu berbahaya sehingga hukumnya mubah.

"Harus dilihat kadarnya. Kalau Ma'syadahnya (kerugian) besar hukumnya haram. Rokok kan sekali hisap tidak langsung pingsan," kata dia saat membawakan materi di diskusi publik 'Kampanye kondom, anti rokok: Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

2. Merokok, kiai sepuh NU masih panjang umur

Sebagai perokok aktif, para pembesar NU mengkritik kampanye antirokok yang digalakkan Kemenkes. Menurut PBNU, rokok tidak punya bahaya yang berlebihan terhadap kesehatan manusia sehingga tidak perlu dilarang berlebihan.

"Kok kejam langsung bilang haram, ulama NU bilang enggak haram. Karena puluhan tahun merokok sehat-sehat saja. Kan tingkat bahayanya dilihat," jelas Staf dewan halal PBNU, KH. Arwani Faisal di diskusi publik 'Kampanye kondom, anti rokok : Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

3. Rokok tidak haram

PBNU tidak mendukung kampanye Kemenkes untuk menekan angka perokok di Indonesia. Menurut, Staf dewan halal PBNU, Arwani Faisal, rokok tidaklah haram.

"Rokok itu mubah, sampai kiamat ulama NU ga akan mengharamkan rokok. Untuk penderita jantung rokok haram. Tapi kalau rokok bikin semangat enggak haram lagi," kata dia sambil tertawa saat membawakan materi di diskusi publik 'Kampanye kondom, antirokok: Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

Dia juga mengklaim kalau kiai NU sebenarnya mendukung upaya meminimalisir rokok. Itu dibuktikan dengan penetapan hukum 'mubah' untuk? pengikut PBNU.

"Kiai gak berarti menerima data kesehatan. Rokok mubah karena menerima data kesehatan. Kalau enggak nerima, akan menetapkan hukum rokok wajib. Itu justru karena ngerti itu bahaya," katanya.

4. Rokok kretek sehat

Ketidaksetujuan NU terhadap kebijakan Menkes semakin meruncing. Seolah membalas kampanye antirokok menkes, kini NU menggalakkan rokok alami alias kretek.

"Rokok ini (kretek) bermanfaat untuk kita yang berbahan alami. Yang alamiah selalu lebih baik. Alam itu baik untuk manusia tinggal pengetahuan kita." jelas Profesor Universitas Brawijaya, Sutiman di kantor PBNU Jakarta, (16/12).

Alasannya, dibandingkan dengan rokok lainnya, rokok jenis kretek tidak punya bahan kimia berlebih.

"Ini kan dari bahan alami dan kalau dibakar elemen pecah sendiri. Kalau daun dia enggak berbahaya. Menurut saya komponen (kimia) semakin sedikit semakin sehat," tutur dia.

Editor : Liwon Maulana

Sumber : Merdeka.com

Cara Diet Sehat dan Alami - Bukan telah menjadi rahasia lagi jika kebanyakan wanita pasti selalu ingin tampil sempurna dengan tu

Cara Diet Sehat dan Alami - Bukan telah menjadi rahasia lagi jika kebanyakan wanita pasti selalu ingin tampil sempurna dengan tubuh yang ramping semampai demi untuk kepuasan pribadi ataupun untuk menyenangkan pasangan. Oleh karena itu, banyak wanita rela mati-matian melakukan diet, bahkan banyak yang rela mengeluarkan kocek dalam-dalam hanya untuk bisa mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Tetapi jangan sampai obsesi itu membuat Anda melupakan cara diet sehat yang aman bagi tubuh. Obat-obatan pengurus mungkin bekerja secara instant untuk menguruskan tubuh anda, namun bahaya jangka panjangnya sangat mengerikan.

Diet Sehat dan Alami

Bagaimana pun juga, memilih cara diet alami akan lebih baik daripada melakukan hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan untuk mendapatkan bentuk tubuh idaman secara instant. Sebenarnya ada beberapa pilihan bagi Anda untuk bisa mendapatkan tubuh ramping seperti yang diinginkan. Pilihan itu misalnya operasi sedot lemak, mengonsumsi obat-obatan pelangsing tubuh, atau mengoleskan krim yang dikatakan dapat melunturkan lemak di kulit.

Fenomena ini juga dapat menyebabkan banyak berdirinya klinik-klinik penurunan berat badan, terutama di kota-kota besar. Tapi tentunya ada juga klinik pelangsingan yang menawarkan program diet sehat secara alami. Sebaiknya anda mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai efek samping yang mungkin terjadi, sebelum Anda memutuskan untuk memilih salah satu terapi untuk melangsingkan tubuh.

Tips Diet secara Sehat dan Alami

Memiliki tubuh langsing tanpa mengeluarkan uang terlalu banyak, tanpa sakit atau tersiksa karena lapar, masih dapat Anda lakukan cara diet alami. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan.

    Tetaplah makan tiga kali secara teratur setiap hari. Terlambat makan akan dapat membuat Anda kelaparan dan makan dalam porsi banyak pada satu waktu. Dengan makan teratur, asupan makanan yang Anda konsumsi akan lebih teratur pula.
    Makanlah di meja makan dan kunyahlah hidangan secara perlahan sehingga Anda sadar berapa jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda. Makan sambil nonton televisi atau main game hanya akan membuat Anda makan lebih banyak karena berkonsentrasi pada tayangan yang Anda lihat, bukan pada makanan yang anda konsumsi.
    Jangan membiasakan diri makan malam atau ngemil mendekati jam tidur. Kebiasaan ini bisa menyebabkan berat badan Anda naik, dan Anda akan bangun dalam keadaan kelelahan karena pada waktu tidur, organ pencernaan masih harus bekerja mengolah makanan yang baru saja Anda santap.
    Tambahkan teh hijau dan susu kedelai pada menu makanan Anda, karena teh hijau dipercaya dapat meluruhkan lemak dan kolesterol, sedangkan susu kedelai juga dapat memenuhi kebutuhan protein. Susu kedelai lebih sehat karena tidak mengandung kolesterol seperti susu hewan.
    Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, tetapi konsumsi karbohidrat yang berlebihan, terutama karbohidrat olahan seperti nasi putih dan roti putih dapat menyebabkan kegemukan. Sebaiknya Anda mengganti konsumsi nasi putih dan roti dengan nasi merah dan roti gandum.
    Gantilah kebiasaan ngemil dengan memperbanyak makan sayur dan buah. Anda akan merasa kenyang lebih lama, dan kebutuhan vitamin serta mineral Anda bisa terpenuhi.
    Terakhir, untuk melengkapi program diet sehat dengan cara diet alami, luangkan waktu untuk berolah raga. Olah raga secara teratur juga dapat membantu mempercepat pembakaran kalori dalam tubuh Anda. Selain itu, olah raga dapat membantu menghilangkan stres dan membuat tubuh Anda lebih bugar.

Nah, mudah bukan menerapkan cara diet sehat dan alami? Diet dengan cara seperti ini memang tidak akan menunjukkan hasil secara instan. Namun, jika dijalankan dengan disiplin dan berkelanjutan, anda akan mendapatkan tubuh yang ideal tanpa efek samping. karena kebutuhan gizi anda masih tetap terpenuhi.

 

The career criminals in genre novels don’t have money problems. If they need some, they just go out and steal it. But such financial transactions can backfire, which is what happened back in 2004 when the Texas gang in Michael

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Artikel lainnya »