Anda Mencari Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Lampung Barat Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Lampung Barat Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Lampung Barat

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Lampung Barat

Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Tanjungbalai

Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Tanjungbalai | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Tanjungbalai

Peneliti dari Institut Penyakit Tropis, Universitas Airlangga, Indah S.

SURABAYA, Saco-Indonesia.com - Peneliti dari Institut Penyakit Tropis, Universitas Airlangga, Indah S. Tantular, mengembangkan teknik deteksi malaria yang cepat, mudah, dan murah. Teknik deteksi ini didasarkan pada pengamatan ada tidaknya parasit malaria dalam darah manusia.

Ditemui dalam Press Tour dan Media Gathering bersama Kementerian Riset dan Teknologi, Kamis (16/5/2013), Indah mengungkapkan bahwa teknik deteksi malaria yang dikembangkannya hanya memanfaatkan mikroskop cahaya dan cairan acridine orange.

Untuk mendukung teknik deteksi, mikroskop cahaya binokuler sedikit dimodifikasi. Sumber cahaya diganti dengan lampu halogen. Sementara itu, ditambahkan filter khusus untuk menyeleksi panjang gelombang dari lampu halogen sesuai yang diinginkan.

Untuk mendeteksi malaria dengan teknik ini, caranya sangat mudah. Indah bahkan menyebutkan, orang yang tak ahli pun bisa melakukannya. Parasit malaria dapat ditandai dengan mudah lewat observasi mikroskop.

"Untuk mendeteksi, cukup mengambil sampel darah dan membuat hapusan tipis pada kaca preparat mikroskop. lalu, tambahkan cairan acridine orange pada sampel, kemudian diamati. Parasit akan tampak berpendar," urai Indah.

Indah mengungkapkan, bila dalam pengamatan mikroskop terdapat obyek berpendar dengan bentuk serupa cincin atau pisang, maka besar kemungkinan orang yang diambil sampel darahnya menderita malaria.

Menurut Indah, teknik yang dikembangkannya lebih urah dan mudah ditempatkan di wilayah endemik malaria. "Biasanya kita harus pakai mikroskop fluoresens yang mahal dan besar sehingga sulit dibawa ke daerah endemik," urai Indah.

Kemungkinan untuk membawa perangkat ke daerah endemik mendukung prgram deteksi malaria sejak dini. Tenaga kesehatan tak harus menunggu ada orang yang sakit parah, tetapi bisa melakukan screening di suatu wilayah endemik malaria.

Teknik deteksi malaria ini dikembangkan Indah setelah bertahun0tahun bergelut dengan malaria di berbagai daerah endemik seperti Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Halmahera, Pulau Seram, Pulau Buru, dan Pulau Bangka.

Institut Penyakit Tropis Universitas Airlangga adalah salah satu pusat riset unggulan Indonesia. lembaga penelitian tersebut juga memelajari virus flu burung dan pengembangan vaksinnya serta teknologi sel punca untuk penanganan beragam penyakit.

Editor :Liwon Maulana(galipat)
Sumber:Kompas.com

    saco-indonesia.com,     Andai bisa ku memelukmu     Andai bisa ku mencintai

    saco-indonesia.com,

    Andai bisa ku memelukmu
    Andai bisa ku mencintaimu
    Kan ku persembahkan segalanya
    Hanyalah untukmu

    Andai bisa ku menyentuhmu
    Andai bisa ku memilikimu
    Kan ku berikan semuanya
    Rasa di hatiku

    Dan bila jauh rindu hatiku

    Ku berharap cepat waktu berlalu
    Ku berharap cepat kau di sampingku
    Aku yang rindu dan memuja dirimu
    mencintaimu

    Dalam bisik
    Dalam sepi jiwaku
    Hanya dirimu
    Di hati...

    Andai bisa ku menyentuhmu
    Andai bisa ku memilikimu
    Kan ku berikan semuanya
    Rasa di hatiku

    Dan bila jauh rindu hatiku

    Ku berharap cepat waktu berlalu
    Ku berharap cepat kau di sampingku
    Aku yang rindu dan memuja dirimu
    mencintaimu

    Dan bila jauh rindu hatiku

    Ku berharap cepat waktu berlalu
    Ku berharap cepat kau di sampingku
    Aku yang rindu dan memuja dirimu
    Setia selalu
    Selalu...


    Editor : Dian Sukmawati

 

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Artikel lainnya »